Pesawat Garuda Bawa Barang Selundupan dari Prancis, Dua Menteri akan Konpers

04 Desember 2019  |  09:27 WIB
Share this post :
Pesawat Garuda Bawa Barang Selundupan dari Prancis, Dua Menteri akan Konpers

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil investigasi Bea dan Cukai terkait angkutan kargo gelap di pesawat Garuda Indonesia berjenis A300-900 Neo akan diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir.

Garuda Indonesia seri anyar yang terbang dari Prancis menuju hanggar Garuda Maintenance Facility atau GMF pada 17 November lalu mengangkut 18 boks kardus berisi barang selundupan. Bea dan Cukai menemukan isi boks itu adalah potongan suku cadang motor mewah Harley Davidson seri terbatas tahun 1970-an berjenis Electra Glide Shovelhead.

Boks lain memuat dua sepeda Brompton yang dikemas dengan cara diurai. Bea dan Cukai menyita barang-barang itu dan langsung menggelar investigasi. Dua orang yang tercantum dalam manifes penumpang Garuda Indonesia diketahui merupakan pemilik barang. Keduanya berinisial SAW dan LS.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan tengah mencari waktu kosong kedua menteri.

“Akan diumumkan langsung oleh Pak Erick dan Bu Sri Mulyani. Tapi waktunya belum tahu. Masih mencocokkan jadwal mereka,” kata Deni kepada Tempo.co saat dihubungi pada Rabu, (4/12/2019).

Saat ini, pendalaman perkara sedang berlangsung. Deni mengatakan Kantor Bea dan Cukai Tangerang sedang memfinalisasi laporannya. Adapun Bea dan Cukai turut menyertakan Erick Thohir lantaran kasus penyelundupan barang itu melibatkan perusahaan BUMN.

Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan telah memahami modus penyelundupan yang diduga dilakukan dua penumpang pesawat—belakangan dua penumpang itu disinyalir adalah pejabat Garuda Indonesia. “Kita memahami modus penyelundupan dilakukan dengan berbagai cara,” katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyeragamkan kasus ini dengan fenomena jastip atau jasa titip. Jastip adalah pembelian barang di luar negeri dengan perantara orang. Jasa ini dikategorikan ilegal oleh kepabean.

Sri Mulyani mengatakan telah memperketat ruang penyelundupan dengan meningkatkan kemampuan pendeteksian Bea Cukai. Namun, kata dia, selalu saja ada cara penyelundupan yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

Vice President Corporate Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Bea dan Cukai. Garuda saat ini sedang menunggu hasil pendalaman tersebut.

“Kami menanyakan ke Bea Cukai soal pembayaran pajak dan sanksi-sanksinya. Kami juga sudah panggil pihak bersangkutan,” katanya kepada Tempo.